Pengumuman Visitasi Akreditasi

Pendampingan Akreditasi

Akreditasi merupakan suatu proses dan hasil. Sebagai proses, akreditasi merupakan suatu upaya BAN-PT untuk menilai dan menentukan status mutu program studi di perguruan tinggi berdasarkan standar mutu yang telah ditetapkan. Sebagai hasil, akreditasi merupakan status mutu perguruan tinggi yang diumumkan kepada masyarakat.

Dengan demikian, tujuan dan manfaat akreditasi program studi adalah antara lain memberikan jaminan bahwa program studi yang terakreditasi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh BAN-PT, sehingga mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat dari penyelenggaraan program studi yang tidak memenuhi standar, mendorong program studi/perguruan tinggi untuk terus menerus melakukan perbaikan dan mempertahankan mutu yang tinggi, dan hasil akreditasi dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam transfer kredit, usulan bantuan dan alokasi dana, serta mendapat pengakuan dari badan atau instansi yang berkepentingan.

BAN-PT berdasarkan Permenristekdikti nomor 32/2016 kembali meluncurkan pengembangan instrumen akreditasi yang dikenal dengan Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) versi 2018 Berbasis Outcome atau biasa disebut IAPS 4.0.

Apa saja perubahan pada IAPS 4.0?

Setelah instrumen sebelumnya yaitu IAPS 1.0 versi 1996, IAPS 2.0 tahun 2000, dan IAPS 3.0 versi 2008, perubahan yang signifikan dari IAPS 4.0 (2018) ini adalah:
1. Menggunakan 9 standar borang akreditasi program studi dibanding instrumen sebelumnya yang menggunakan 7 standar, yaitu sebagai berikut:

1) Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi

2) Tata Pamong, Tata Kelola, dan Kerjasama

3) Mahasiswa

4) Sumber Daya Manusia

5) Keuangan, Sarana, dan Prasarana

6) Pendidikan

7) Penelitian

8) Pengabdian kepada Masyarakat, dan 

9) Luaran dan Capaian Tridharma.

Yang mana 9 Kriteria ini secara keseluruhan mengukur tingkat ketercapaian dan/atau pelampauan Standar Nasional Perguruan Tinggi (SNPT) dan standar yang telah ditetapkan masing-masing perguruan tinggi.

2. Unit pengusul akreditasi bukan lagi Program Studi seperti pada instrumen sebelumnya, tetapi yang menjadi pengusul akreditasi adalah Unit Pengelola Program Studi, dalam hal ini adalah Jurusan atau Fakultas yang menaungi Program Studi tersebut.

3. Pengukuran mutu pada IAPS 4.0 berorientasi pada output dan outcome yaitu  lebih dititikberatkan pada aspek proses, output dan outcome. Sementara pada intrumen sebelumnya yaitu IAPS 3.0 yang hanya berorientasi pada aspek input.

4. Pada IAPS 4.0, hasil akreditasi dinyatakan sebagai berikut:
Status:
Terkareditasi atau Tidak Terakreditasi
Peringkat: 
Baik, Baik Sekali, Unggul